Percayakah kamu kalau kisah Malin Kundang benar-benar nyata?
Jika pertanyaan itu kamu ajukan pada penduduk pantai Aia Manih (Air Manis), bisa jadi jawabannya iya. Pantai Aia adalah salah satu pantai di Sumatera Barat. Lokasi sekitar 10 kilometer dari selatan kota Padang.
Kisah legenda Malin Kundang yang terkenal itu terjadi di pantai ini. Tidak mengherankan jika ada penduduk Aia Manih yang percaya Malin Kundang itu nyata. Sebab, di pantai ini ada “bukti” berupa Malin Kundang. Batu Malin Kundang adalah batuan yang bentuknya menyerupai tubuh lelaki bersorbran yang sedang bersujud. Kono batu itu adalah tubuh Malin Kundang yang sedang bersujud memohon ampun ibunya. Disekitar batu Malin Kundang, berserakan juga batu-batu yang bentuknya menyerupai tong kayu, tambang, jangkar, kapal, dan puing-puing kapal. Batuan itu mengesankan sebagai puing kapal Malin Kundang yang hancur karena kutukan ibunya.
Batu-batu itu sekarang dilapisi semen. Namun, pada mulanya, batuan itu asli. Batuan aslinya pernah hancur kerana sering dihantam ombak pasang. Akhirnya batuan itu dilapisi semen. Saying, lapisan semen itu justru membuat batu Malin Kundang terlihat seperti patung semen biasa. Apakah batuan itu cukup membuktikan bahwa legenda Malin Kundang memang nyata? Kalau toh tidak, berkunjung ke pantai Aia Manih tetap menyenagkan. Pasirnya putih bersih. Tak jauh dari pantai, terdapat Pulau Pisang Ketek. Jika air surut, kita bisa berjalan menyebrangi laut untuk sampai ke pulau tersebut. Pulau ini kecil, tetapi rimbun dan sejuk.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar