A.
Jaringan Komputer
Jaringan
komputer adalah sebuah kumpulan komputer, printer dan peralatan lainnya yang
terhubung. Informasi dan data bergerak melalui kabel-kabel sehingga
memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar dokumen dan data,
mencetak pada printer yang sama dan bersama sama menggunakan hardware/software
yang terhubung dengan jaringan.
LAN (Local Area Network)
Sebuah
LAN, adalah jaringan yang dibatasi oleh area yang relatif kecil, umumnya
dibatasi oleh area lingkungan seperti sebuah perkantoran di sebuah gedung, atau
sebuah sekolah, dan biasanya tidak jauh dari sekitar 1 km persegi.
Beberapa
model konfigurasi LAN, satu komputer biasanya di jadikan sebuah file server.
Yang mana digunakan untuk menyimpan perangkat lunak (software) yang mengatur
aktifitas jaringan, ataupun sebagai perangkat lunak yang dapat digunakan oleh
komputerkomputer yang terhubung ke dalam network. Komputer-komputer yang
terhubung ke dalam jaringan (network) itu biasanya disebut dengan workstation.
Biasanya kemampuan workstation lebih di bawah dari file server dan mempunyai
aplikasi lain di dalam harddisknya selain aplikasi untuk jaringan. Kebanyakan
LAN menggunakan media kabel untuk menghubungkan antara satu komputer dengan
komputer lainnya.
MAN (Metropolitan Area Network)
Sebuah
MAN, biasanya meliputi area yang lebih besar dari LAN, misalnya antar wilayah
dalam satu propinsi. Dalam hal ini jaringan menghubungkan beberapa buah
jaringan-jaringan kecil ke dalam lingkungan area yang lebih besar, sebagai
contoh yaitu : jaringan Bank dimana beberapa kantor cabang sebuah Bank di dalam
sebuah kota besar dihubungkan antara satu dengan lainnya. Misalnya Bank BNI
yang ada di seluruh wilayah Ujung Pandang atau Surabaya.
WAN (Wide Area Network)
Wide Area
Networks (WAN) adalah jaringan yang lingkupnya biasanya sudah menggunakan
sarana Satelit ataupun kabel bawah laut sebagai contoh keseluruhan jaringan
BANK BNI yang ada di Indonesia ataupun yang ada di Negara-negara lain.
Menggunakan
sarana WAN, Sebuah Bank yang ada di Bandung bisa menghubungi kantor cabangnya
yang ada di Hongkong, hanya dalam beberapa menit. Biasanya WAN agak rumit dan
sangat kompleks, menggunakan banyak sarana untuk menghubungkan antara LAN dan
WAN ke dalam Komunikasi Global seperti Internet. Tapi bagaimanapun juga antara
LAN, MAN dan WAN tidak banyak berbeda dalam beberapa hal, hanya lingkup areanya
saja yang berbeda satu diantara yang lainnya.
B.
Topologi Jaringan
Topologi Bus
Pada topologi ini semua sentral dihubungkan secara
langsung pada medium transmisi dengan konfigurasi yang disebut Bus. Transmisi
sinyal dari suatu sentral tidak dialirkan secara bersamaan dalam dua arah. Hal
ini berbeda sekali dengan yang terjadi pada topologi jaringan mesh atau
bintang, yang pada kedua sistem tersebut dapat dilakukan komunikasi atau
interkoneksi antar sentral secara bersamaan. topologi jaringan bus tidak umum
digunakan untuk interkoneksi antar sentral, tetapi biasanya digunakan pada
sistem jaringan komputer.
Topologi Ring
Untuk membentuk jaringan cincin, setiap sentral harus dihubungkan
seri satu dengan yang lain dan hubungan ini akan membentuk loop tertutup. Dalam
sistem ini setiap sentral harus dirancang agar dapat berinteraksi dengan
sentral yang berdekatan maupun berjauhan. Dengan demikian kemampuan melakukan
switching ke berbagai arah sentral.
Keuntungan dari topologi jaringan ini antara
lain : tingkat kerumitan jaringan rendah (sederhana), juga bila ada gangguan
atau kerusakan pada suatu sentral maka aliran trafik dapat dilewatkan pada arah
lain dalam sistem.
Topologi Star
Dalam topologi jaringan
bintang, salah satu sentral dibuat sebagai sentral pusat. Bila dibandingkan
dengan sistem mesh, sistem ini mempunyai tingkat kerumitan jaringan yang lebih
sederhana sehingga sistem menjadi lebih ekonomis, tetapi beban yang dipikul
sentral pusat cukup berat. Dengan demikian kemungkinan tingkat kerusakan atau
gangguan dari sentral ini lebih besar.
Topologi Mesh
Topologi jaringan ini
menerapkan hubungan antar sentral secara penuh. Jumlah saluran harus disediakan
untuk membentuk jaringan Mesh adalah jumlah sentral dikurangi 1 (n-1, n =
jumlah sentral). Tingkat kerumitan jaringan sebanding dengan meningkatnya
jumlah sentral yang terpasang. Dengan demikian disamping kurang ekonomis juga
relatif mahal dalam pengoperasiannya.
C.
Peralatan Jaringan
NIC (Network Interface
Card)
Network
Interface Card (kartu jaringan) adalah sebuah kartu
yang berfungsi sebagai penghubung dari komputer
ke sebuah jaringan komputer. Fungsi utama dari kartu
jaringan adalah mengjinkan komputer untuk berkomunikasi dalam jaringan. Tugas NIC adalah untuk mengubah aliran data paralel dalam bus
komputer menjadi bentuk data serial sehingga dapat ditransmisikan di atas media
jaringan. Media yang umum digunakan, antara lain adalah kabel UTP Category 5
atau Enhanced Category 5 (Cat5e), kabel fiber-optic, atau radio (jika memang
tanpa kabel).
Hub
Sebuah
Konsentrator/Hub adalah sebuah perangkat yang menyatukan kabel-kabel network
dari tiap-tiap workstation, server atau perangkat lain. Dalam topologi Bintang,
kabel twisted pair datang dari sebuah workstation masuk kedalam hub. Hub mempunyai banyak slot concentrator
yang mana dapat dipasang menurut nomor port dari card yang dituju.
Switch
Switch
pada jaringan dapat digunakan sebagai penghubung komputer atau router pada satu
area yang terbatas, cara kerja switch hampir sama seperti bridge, tetapi switch
memiliki sejumlah port sehingga sering dinamakan multi-port bridge.
Router
Router
adalah sebuah alat jaringan komputer
yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan
atau Internet
menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai routing.
Proses routing terjadi pada lapisan 3 (Lapisan
jaringan seperti Internet
Protocol) dari stack protokol tujuh-lapis
OSI.
D.
Media Transmisi
Kabel Koaksial.
Penggunaan Kabel Coaxial Kabel coaxial terkadang
digunakan untuk topologi bus, tetapi beberapa produk LAN sudah tidak mendukung
koneksi kabel coaxial.
Kabel UTP. Kabel “Unshielded twisted pair” (UTP)
digunakan untuk LAN dan sistem telepon.
Kabel STP. “Shielded twisted pair” adalah jenis
kabel telepon yang digunakan dalam beberapa bisnis instalasi.
Fiber Optik
E.
Cisco Packet Tracer
Cisco Packet Tracer
adalah program e-learning buatan Cisco yang akan mensimulasi jaringan komputer
yang sebelumnya telah di design dan dikonfigurasi oleh pengguna. Simulasi
workstation, server, router dan perangkat jaringan lainnya dibuat sangat mirip
dengan aslinya. Sehingga kita bisa belajar jaringan komputer melalui simulasi
program ini saja, tidak perlu biaya mahal untuk membeli komputer yang banyak
untuk melakukan rekayasa yang kita inginkan. Tentu ini sangat menghemat biaya.
Selain itu, dengan Cisco Packet Tracer, kita dapat mempelajari seluk beluk
jaringan yang standar, tapi sangat mendalam. Bahkan isi PDU pada sebuah paket
pada interval waktu tertentu bisa kita lihat dan pelajari, hal yang susah untuk
dilakukan dengan menggunakan perangkat jaringan asli sekalipun.
IP Public adalah suatu IP address yang
digunakan pada jaringan lokal oleh suatu organisasi dan organisasi lain dari
luar organisasi tersebut dapat melakukan komunikasi langsung dengan jaringan
lokal tersebut. Contoh pemakaiannya adalah pada jaringan internet. Sedangkan
range dari IP Public : range IP address yang tidak termasuk dalam IP Private.
IP Publik kelas A
bit
pertama adalah 0
8 bit
pertama adalah bit network dan 24 bit selanjutnya adalah bit host
Jumlah
network 128
l Jumlah
host per network 16.777.216
IP Publik kelas B
bit
pertama adalah 10
16 bit
pertama adalah bit network dan 16 bit selanjutnya adalah bit host
Jumlah
network 16.384
Jumlah
host per network 65.536
IP Publik kelas C
bit
pertama adalah 110
24 bit
pertama adalah bit network dan 8 bit selanjutnya adalah bit host
Jumlah
network 2.097.152
Jumlah
host per network 254
IP Private adalah suatu IP address yang
digunakan oleh suatu organisasi yang diperuntukkan untuk jaringan lokal (LAN).
Range IP Private adalah sebagai
berikut :
Kelas A : 10.0.0.0 – 10.255.255.255
Kelas B : 172.16.0.0 – 172.31.255.255
Kelas C : 192.168.0.0 – 192.168.255.255
Kelas A : 10.0.0.0 – 10.255.255.255
Kelas B : 172.16.0.0 – 172.31.255.255
Kelas C : 192.168.0.0 – 192.168.255.255
F.
Simulasi Cisco Packet Tracer
Dalam
makalah ini saya akan merancang sebuah jaringan komputer seperti di warnet yang
terdiri dari beberapa switch, beberapa komputer, laptop, dan printer. Pertama
saya memilih 2950-24 pada kolom switches. Kemudian meletakkan 5 komputer, 1
laptop, dan 1 printer dari kolom End Devices. Kemudian memilih automatic cable
dan dipasangkan dari setiap komputer, laptop, server, printer ke switch. Tunggu
hingga lampu indikator berubah dari warna
orange menjadi hijau.
Langkah
selanjutnya adalah mengatur IP dari masing-masing komponen. Caranya dengan
menekan salah satu komputer kemudian pilih desktop kemudian IP Configuration.
Untuk printer meklik fastethernet0. Kali saya mengerjakan IP Private kelas A
dengan rentang 10.0.0.0-10.255.255.255. Setiap komponen mempunyai IP yang
berbeda. Namun Default Gateway-nya sama.
IP Address :
PC0 10.20.30.2
PC1 10.25.35.3
PC2 10.30.40.4
PC3 10.35.45.5
PC4 10.40.50.6
LAPTOP 0 10.34.23.45
SERVER 0 10.34.56.8
PRINTER 0 10.23.45.6
Setelah itu mengklik ADD
SIMPLE PDU. Fungsinya adalah menghubungkan atau mengirim data dari komputer satu ke
yang lainnya. Untuk mencek terkirim atau tidaknya pesan tersebut pilih command
promp dengan format ping(spasi)IP tujuan. Apabila sukses maka yang terlihat
sebagai berikut.
Selanjutnya klik
simulation untuk menggerakkan. Pilih edit filters kemudian show all kemudian
pilih ICMP. Terakhir klik Auto Capture/Play. Hasilnya akan muncul tanda centang
pada amplop. Jika simulasi telah berhasil akan tertera tulisan
“successful” pada kolom di pojok kanan bawah. Berikut contohnya :






Tidak ada komentar:
Posting Komentar